Bubur Ayam Abah Odil, Rasa Bicara Sejak Suapan Pertama -Tanggal 16 Januari 2019, Ebo Dyah diajak Bu’e ke Bubur Ayam Tasik yang terletak di Ruko Griya Shanta Eksekutif jalan Soekarno Hatta, Malang.

Jujur aja, Ebo Dyah seneng banget ke sini. Sudah kesini dua kali dan buburnya memang beda dengan bubur ayam di Malang. Kalau di Jakarta kan memang banyak bubur ayam Tasik. Sehingga kalo kangen bubur ayam yang di Jakarta, mengobati kangennya bisa datang ke sini. Maklum ya, di setiap daerah pasti punya kearifan lokal masakannya masing-masing. Begitupun bubur ayam di Malang pasti beda dengan yang di Jakarta. Heheūüėä

Tak lama satu per satu pun teman-teman datang kemudian kita diminta masuk. Sore itu acara dibuka oleh mas Danang selaku perwakilan dari teman-teman blogger yang diundang kemudian dilanjutkan oleh Bapak Chusnul Yaqin yang ditemani Bapak Amir Rosad, keduanya adalah menantu dari Abah Odil. Yuk kita dengarkan cerita tentang kisah awal mula Abah Odil memperkenalkan bubur ayam Tasik di Malang.

Bubur Ayam Abah Odil

Abah Odil dan menantu berfoto bersama blogger Malang, sumber: pribadi

 

Baca juga:

Awal Mulanya Bubur Ayam Abah Odil

Awal mulanya bubur ayam Tasik ini berawal dari Abah Odil yang bernama asli abah Ate Rushendy yang menikah dengan almarhumah Listyowati yang asli Madiun dan beliau pindah ke Malang tahun 1994. Abah yang sebelumnya adalah kepala produksi perusahaan tekstil yang telah berkerja selama 25 tahun di Pasuruan. Tahun 1997 memutuskan resign dari perkerjaannya yang sudah mapan. Dengan alasan ingin wiraswasta sambil bisa beribadah lebih lama, ingin membaca Al Quran lebih banyak dan dapat belajar agama lebih dalam di sisa usianya.

Sambil berusaha, Abah banyak menemukan kendala. Banyak usaha yang dicobanya, mulai dari berjualan pakaian, retail, kacang telor dan lain lain. Total mengalami kegagalan sampai 21 kali. Tetapi ini tidak memutuskan semangat Abah Odil untuk terus berusaha. Kemudian ketika Abah pulang ke Tasikmalaya, setelah meminta saran dari keluarga, akhirnya dicoba untuk membuat bubur ayam Tasik. Abah ingin mengenalkan sarapan bubur ayam Tasik di kota Malang. Bubur ayam yang dapat dinikmati untuk semua orang, tidak hanya untuk orang sakit saja. Saat itu sangat besar peluang untuk memperkenalkan bubur ayam ala Tasik di Malang.

Dan kemudian tahun 2004 dengan menggunakan gerobak, Abah Odil mulai berjualan bubur ayam. Tetapi ada rasa malu ketika mengawali berjualan bubur ayam, sampai mengalami sakit perut setiap mau berangkat berjualan bubur ayam. Karena masih ada pertentangan batin, dari seorang kepala produksi sebuah pabrik besar kemudian berjualan bubur ayam menggunakan gerobak. Dan suatu hari ketika melewati mesjid Ramadhan, Abah Odil dibantu pak Budi teman jamaahnya mendorong gerobak dan disarankan untuk membuka tempat. Tak lama akhirnya setelah mendapat tempat, yang selanjutnya disewa berupa lapak kemudian diberi spanduk di depan lapaknya. Di hari pertama hanya mendapat uang Rp14.000 saja padahal harga semangkuk bubur ayam Rp4.000. Lambat laun dari hari ke hari akhirnya omzet makin meningkat dan mencapai angka Rp4.000.000/bulan.

Dengan berjalannya waktu dan ketekunan dan Abah Odil mengembangkan usaha bubur ayamnya, sekarang sudah berkembang menjadi banyak outlet yang berada di Candi Panggung, Mutiara, Jetis, Rest Area Batu, Food Court ITN Sigura-gura, Soekarno Hatta dan Sawojajar. Abah Odil juga menyediakan kemitraan yang bisa dipilih paket-paketnya untuk pebisnis yang ingin berjualan bubur.  Untuk dapur utama berada di Candi Panggung yang sekalian juga melayani penjualan melalui online.

Menu di Bubur Ayam Abah Odil

Menu di bubur ayam Abah Odil lainnya seperti lontong sayur, nasi uduk, nasi kuning dengan lauk sate usus, sate telur dll. Juga ada menu pecel untuk menghargai almarhum ibu Listyowati istri Abah Odil yang asli kota Madiun.

Bubur ayam enak di malang

Variasi menu di Bubur Ayam Tasik Abah Odil, sumber: pribadi

 

Ada menu bubur ayam istimewa. Disebut istimewa karena terdapat topping ati ampela. Rasa bubur ayamnya sendiri sangat gurih. Karena memang dimasak dengan menggunakan air kaldu ayam bukan air biasa. Pembuatan bubur ayamnya menggunakan alat modern. Dulu ketika memasak bubur secara manual sering mengalami gosong di dasar pancinya dan bila emulsinya kurang bagus bisa pecah dan lekas bau, Begitu juga untuk mencacah ayamnya. Menggunakan mesin juga sehingga didapat ukuran yang sama. Cakue yang diproduksi sendiri sehingga menambah kesempurnaan bubur ayam  dan melengkapi topping lainnya selain suwiran ayam. Lauk sate telur dan gorengan melengkapi lauk untuk menyantap bubur.

 

Bubur Ayam Abah Odilsumber: pribadi

Oh ya, disini juga ada cemilan khas Sunda seperti combro dan cireng. Dimakan anget-anget dengan cocolan sambal rujak, hmmm.. tak henti-hentinya mengunyah.

Bubur Ayam Tasik di malang

Sate dan cireng, sumber: pribadi

 

Rasa Bicara Sejak Suapan Pertama

Dengan selalu menjaga mutu dan rasa, tag line dari bubur ayam di Malang ini adalah Rasa Bicara Sejak Suapan Pertama tidak dipungkiri karena memang benar adanya.  Dari awal menyendokkan bubur ke dalam mulut dan aaah.. rasanya memang maknyusss. Gurih dan berasa pas banget. Sampai tak terasa habis di suapan terakhir dan merasa puas. Dengan harga mulai Rp3.000 РRp22.000 masih bisa dijangkau dan rasanya pun enak. Kan itu yang dicari yah? Ebo Dyah sudah mencicipi Bubur Ayam Tasik Abah Odil, kalian juga harus mencoba dong. Yuuk.

Bubur Ayam Abah Odil

Alamat                : Ruko Griya Shanta Eksekutif Blok MP No. 48-49, Jl. Soekarno Hatta, , Kota Malang
Jam Operasional : 06.00 – 21.30 WIB
Instagram           : @buryam.abahodil