Disinformasi mengenai asal-usul produk populer sering kali menyebar dengan cepat di media sosial. Salah satu klaim tersebut adalah mengenai Oreo, merek biskuit yang digemari, yang diduga berasal dari Israel.
Informasi yang salah ini telah memicu perdebatan dan kebingungan di kalangan konsumen, terutama di negara-negara yang memiliki sikap budaya atau politik yang kuat seperti Indonesia. Namun, Oreo bukanlah produk Israel, dan memahami sejarah dan asal-usulnya dapat membantu menghilangkan klaim palsu ini.
Sejarah Produk Oreo
Oreo pertama kali diperkenalkan pada tahun 1912 oleh National Biscuit Company, yang sekarang dikenal luas sebagai Nabisco. Biskuit sandwich ikonik ini awalnya diproduksi di pabrik yang berlokasi di Chelsea, New York City, dan dipasarkan sebagai “Biskuit Oreo.” Popularitas awalnya membuat Oreo menjadi fenomena global.
Selama bertahun-tahun, merek ini telah mengalami beberapa transformasi. Pada tahun 1921, namanya diubah menjadi “Oreo Sandwich,” dan kemudian pada tahun 1948, namanya menjadi “Oreo Crème Sandwich.” Iterasinya saat ini, “Oreo Chocolate Sandwich Cookie,” mencerminkan daya tarik universal dan rasa yang konsisten yang disukai di seluruh dunia.
Terlepas dari perubahan nama resmi yang terjadi, kebanyakan orang selalu menyebut biskuit ini dengan sebutan “Oreo”.
Saat ini, Oreo dimiliki oleh Mondelez International, sebuah perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Dengan distribusi yang menjangkau lebih dari 100 negara, Oreo telah menjadi nama rumah tangga dan simbol kenikmatan bagi orang-orang dari segala usia.
Di Indonesia, Oreo telah diproduksi sejak tahun 1996 oleh PT Mondelēz Indonesia Manufacturing, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Nabisco Foods sebelum tahun 2008 dan PT Kraft Indonesia sebelum tahun 2013, di fasilitasnya yang berlokasi di Cikarang, Bekasi.
Baca juga: Lezatnya 5 Restoran Jakarta dengan Makanan Korea Terdekat, Seperti Di Drakor!

Fakta-fakta Tentang Oreo, Benarkah Berasal dari Israel?
Berikut ini adalah sejumlah fakta tentang Oreo yang perlu diketahui oleh konsumen agar terhindar dari disinformasi Oreo produk israel:
1. Asal Usul Oreo
Berlawanan dengan rumor yang beredar di media sosial, Oreo bukanlah produk Israel. Biskuit ini berasal dari Amerika Serikat dan terus menjadi merek utama di bawah naungan Mondelez International. Kebingungan ini kemungkinan berasal dari operasi Mondelez di berbagai negara, termasuk Israel, di mana mereka memproduksi dan mendistribusikan produk untuk pasar lokal.
Namun, fasilitas produksi dan rantai pasokan Oreo dikelola dalam skala global, sehingga tidak tepat untuk mengasosiasikan merek ini secara eksklusif dengan satu negara saja, terutama Israel.
2. Status Halal Oreo
Topik perdebatan lain yang sering muncul adalah sertifikasi halal Oreo. Di Indonesia, Mondelez Indonesia mengklarifikasi bahwa biskuit Oreo yang didistribusikan di Indonesia telah bersertifikat halal. Kepastian ini diberikan untuk menjawab kekhawatiran di kalangan konsumen Muslim dan menepis informasi yang keliru. Anda dapat memverifikasi status kehalalan produk Oreo melalui platform seperti Halal.go.id atau langsung di situs web Mondelez Indonesia.
3. Keberadaan Oreo di Seluruh Dunia
Popularitas Oreo telah melampaui batas-batas negara, dengan pabrik-pabrik yang berdedikasi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Cina, Indonesia, dan beberapa negara Eropa. Setiap fasilitas mematuhi peraturan setempat dan preferensi konsumen, memastikan bahwa Oreo tetap menjadi kudapan terpercaya di seluruh dunia.
4. Kolaborasi Oreo Indonesia dengan BLACKPINK dan Pokemon
Pada bulan November 2022, Oreo Indonesia bekerja sama dengan Blackpink untuk meluncurkan varian Blackpink Oreo, yang menampilkan biskuit sandwich berwarna merah muda yang diisi dengan krim cokelat hitam. Selain itu, varian Strawberry Creme Oreo berganti nama menjadi Blackpink Oreo, disertai dengan kemasan edisi khusus untuk varian rasa lainnya seperti Original, Chocolate Creme, dan Ice Cream Blueberry.
Sementara itu, pada bulan Maret 2024, Oreo Indonesia berkolaborasi dengan Pokemon untuk memperkenalkan Oreo Edisi Terbatas Pikachu, yang terdiri dari biskuit sandwich berwarna kuning dengan cokelat dan krim rasa pisang. Kemasan bertema Pokémon edisi khusus juga dirilis untuk rasa lainnya, termasuk Original, Chocolate Creme, Strawberry Creme, dan Ice Cream Blueberry.
Di sisi lain, rumor tentang Oreo sebagai produk Israel menggarisbawahi masalah disinformasi yang lebih luas di media sosial. Konsumen didorong untuk memverifikasi klaim melalui sumber yang kredibel, seperti pernyataan resmi perusahaan atau outlet media tepercaya. Memahami asal-usul dan operasi merek yang sebenarnya sangat penting untuk membuat keputusan yang tepat dan menghindari penyebaran informasi palsu, termasuk ketika suatu merek masuk ke dalam daftar produk boikot.
Informasi yang salah tidak hanya menyesatkan konsumen, tetapi juga dapat merusak reputasi merek. Sebagai konsumen yang bertanggung jawab, penting untuk menyikapi klaim semacam itu secara kritis dan mengandalkan informasi yang terverifikasi sebelum membentuk opini atau memboikot produk. Dalam kasus Oreo, sejarah dan kehadirannya di dunia berbicara banyak tentang identitas aslinya sebagai camilan favorit yang dinikmati jutaan orang di seluruh dunia.


