Tidak ada dalam rencana untuk staycation di Tanjung Kodok Beach Resort saat aku berkunjung ke Lamongan.Tetapi ternyata rencana yang tadinya milik manusia, semua harus mengikuti rencanaNya. Qadarullah, aku dan papaku harus menginap semalam di Lamongan. Alhamdulillah di saat musim liburan, kami masih mendapat kamar di Tanjung Kodok Beach Resort Lamongan.
Rencana ke Lamongan
Tanggal 9 Juli 2025 Papaku mengajakku untuk menemaninya ke Lamongan. Dalam rangka akad wakaf yang rencananya akan dilaksanakan sekitar sebelum waktu Dhuhur. Papaku selaku wakif untuk sebidang tanah seluas 1400 meter persegi yang berlokasi di MA Muhammadiyah 13 Paciran Lamongan.
Kami berangkat dari rumahku di pinggiran Kota Malang sekitar jam 7 pagi. Kami menyewa sewa mobil Malang milik Mas Doni yang biasa kami pake. Kami sering juga sewa mobil lepas kunci di Mas Doni. Seringnya sih mobil Avanza, baik Avanza yang lama seri G atau Avanza yang terbaru 2024. Eh, kamu yang di Malang, mungkin mau nyatet nomor HP Mas Doni untuk sewa mobil lepas kunci Malang bisa hubungi di 0812 2175 3337. Saat itu kami dapat harga sejutaan untuk Lamongan City Tour sudah termasuk mobil, supir, bensin, tol dan parkir.
Perjalanan dimulai sekitar jam 7 kurang. Untuk perjalanan aku membawa selimut, tumbler kopi serta bantal leher dan juga cemilan. Aku menghubungi Mbak Fiona salah satu blogger di Lamongan. Kami pernah bertemu sekali di Malang dan lebih sering ketemu online di Instagram atau TikTok. Aku kirim pesan di WA mbak Fiona kalau aku mau ke Lamongan dan kalau sempat kami bertemu setelah acara akad wakaf.
Baca juga: Ritual Traveling ke Singapura, Apa Saja yang Harus Disiapkan
Perjalanan lancar hingga jam 9.25 WIB kami dihubungi pihak sekolah Muhammadiyah 13 kalau KUA-nya tidak bisa hari itu ada kepentingan hingga pukul 5 sore. Hm, dan akhirnya kami setuju untuk menginap di Lamongan yaitu di Tanjung Kodok Beach Resort dan berharap besok KUA sesuai rencana untuk hadir di akad wakaf.
Tapiii aku gak bawa baju ganti. Hanya bawa mukena dan sajadah travel, celana dalam, sunscreen, hand lotion dan lipstik. Aku menghubungi Mbak Fiona lagi kalau ada baju ganti buat tidur, hihi.
Tanjung Kodok Beach Resort
Setelah bertemu dengan pihak Muhamadiyah 13 selesai, kami makan siang di Rumah Makan Golden. Kemudian aku bertemu dengan Mbak Fiona dan si kecil di Maharani Zoo. Aku juga menyempatkan jalan-jalan ke Goa Maharani. Kemudian kami semua menuju Tanjung Kodok Beach Resort yang berada di Jl. Raya Paciran, Paciran, Kec. Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62264. Tidak jauh karena Maharani Zoo dan Tanjung Kodok Beach Resort berada dalam satu jalan hanya berseberangan.
Siang itu sangat terik tetapi suhu masih bersahabat. Kami menunggu di lobby sementara kamar masih dibersihkan. Hotel Tanjung Kodok Beach Resort siang itu sangat ramai karena bulan Juli masih liburan sekolah. Kalau aku perhatikan banyak tamu keluarga dari Jawa Timur dan sekitarnyam ketauan dari bahasa mereka, hihi.

Di lobby hotel yang dilengkapi dengan sofa-sofa serta ada Children Play Ground. Aku sempat menemani anaknya Mbak Fiona bermain di CPG tersebut sambil ngecharge HPku. Mayan nemu colokan, hihi. Kami sempat menikmati pemandangan laut dan kolam di Sky Lounge.
Kemudian kami ke bawah menuju kolam renang dan pantai. Posisi lobby hotel dan Sky Lounge di atas sehingga kami harus turun beberapa lantai tetapi menggunakan ram yang nyaman. Tapi ternyata terik banget ya siang itu. Siang itu kolam juga sepi, yaiyalah haha. Sepertinya besok pagi bakal asyik nih. Kolam renang ada dua yang dilengkapi dengan payung-payung dan bean bench di sekitar kolam. Juga ada fasilitas lainnya seperti kamar bilas dan cafe.

Oh ya, kami mendapat kamar di sebelah kiri Sky Lounge yang auto menghadap kolam. Kami menempati kamar dengan 2 bed terpisah untuk aku dan papaku. Ada balkon untuk duduk menikmati pemandangan laut dan kolam. Toilet ada handuk, sikat gigi, dan dispenser shampoo sabun. Aku melihat ke bawah Mbak Fiona masih berfoto ria di pinggir kolam renang sambil menemani si kecil.
Jalan-Jalan di Sekitar Tanjung Kodok Beach Resort
Siang itu kami memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar hotel. Masih bersama Mas Doni yang mengantar kami dan ditemani Mbak Fiona serta si kecil yang menjadi local guide. Keluar hotel kami ke kanan menuju TPI Brondong. Karena sudah siang, TPI Brondong sepi. Tempat tersebut biasanya ramai saat kapal nelayan turun dan pembeli di pagi hari. Kapal-kapal nelayan berwarna warni bersandar dan kami berfoto ria di depan kapal. Seru! Cuaca sangat cerah sangat mendukung kegiatan kami hari itu.
Masih di satu area dengan TPI Brondong ada Monumen Kapal Van Der Wijck. Aku malah baru tau ada monumen ini. Mbak Fiona juga lupa keberadaan kisah tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Sayangnya monumen berada di dalam halaman yang pagarnya tergembok. Saat papaku turun untuk mengambil foto monumen, ada seorang pengendara motor yang memberi tahu cara masuk mendekati monumen tersebut. Terima kasih orang baik! Akhirnya papaku sangat puas bisa berfoto di monumen.

Setelah itu kami ke Jembatan Sedayulawas. Kami hanya mengambil foto dari dalam mobil karena memang tidak tempat untuk parkir.
Kami kembali ke Maharani Zoo untuk mengambil motor Mbak Fiona dan mengantarnya pulang beriringan. Hari sudah menjelang malam dan kami berpisah dekat rumahnya di sebuah warung makan. Aku memang ingin makan di rarung Lamongan untuk mencicipi sambalnya. Pulangnya kami mampir di Toserba Sunan Drajat. Papaku membeli baju ganti, sedangkan aku hanya membeli kerudung. kan udah bawa daleman hihi.
Menikmati Welcome Drink dan Sarapan
Kami tiba di hotel sekitar jam delapan malam. Mas Doni kembali ke Malang tanpa kami. Masih ada kupon welcome drink yang tadi siang kami dapatkan saat check in. Aku dan papaku memutuskan untuk ke restoran yang berada di sayap kanan Sky Lounge. Sayang banget, saat menukarkan kupon welcome drink kami mendapat pelayanan yang lama sekali. Kemudian seorang pelayan wanita datang mengantar 2 buah gelas dengan tangan kanan dan kirinya tanpa baki. Papaku hanya komen, gak sopan itu orangnya.
Besoknya kami bangun pagi setelah sholat Subuh langsung duduk-duduk di balkon. Menikmati munculnya matahari pagi dengan suara deburan ombak di kejauhan serta kapal-kapal yang hilir mudik di kejauhan. Aku segera mandi dan mengajak papaku ke kolam renang.
Jam enam pagi kami sudah berada di kolam renang yang mulai didatangi tamu hotel. Tamu yang kebanyakan keluarga dengan anak-anak yang mau berenang di kolam renang. Sedangkan aku membawa properti ngontenku. Jadi aku tuh kemarin membawa tumbler kopi dan selimut yang aku afiliasikan dari TikTok. Pagi itu aku mulai membuat video di pinggir kolam. Ah cuek ajalah, nggak ada yang kukenal juga haha. Yang mau belajar affilate TikTok bisa di link ini ya 😉

Jam tujuh lewat aku dan papaku menuju restoran untuk sarapan. Setelah menukar dua kupon kami mengambil tempat. Pagi itu ramai juga suasana restoran. Tersedia berbagai macam menu mulai dari roti tawar dan berbagai macam isiannya, aneka snack, aneka salad, aneka buah potong, bubur Madura, bubur ayam, dan menu prasmanan. Tak ketinggalan juga aneka infused water serta kopi dan teh. Ada juga panekuk dan telur omelet. Apakah aku makan semua? Tentu tidak, hehe. Aku hanya sarapan salad, buah potong, gado-gado, kopi dan snack. Semuanya enak!
Setelah sarapan kami kembali ke kamar hotel untuk leyeh-leyeh sembari dijemput oleh pihak MA Muhammadiyah 13 Paciran Lamongan. Hari itu hari Jumat dan sekitar jam 10 an kami dijemput menuju ke lokasi untuk akad wakaf. Alhamdulillah hari itu acara akad wakaf berjalan lancar. Lega rasanya.
Aku berencana kembali lagi ke Tanjung Kodok Beach Resort bersama anakku. Sayang sekali kemarin itu anakku nggak ikut. Kalau dari Surabaya ada jalur Trans Jatim menuju Lamongan. Resort seperti TKBR worth it untuk dicoba. Harganya juga nggak terlalu mahal. Dari pada ke Bali kan, haha. Di Tanjung Kodok Beach Resort Lamongan bisa berenang di kolam renang dan bermain pasir di pantai. Must try!


