Coban Tempursari Malang Dengan Cafe Apungnya Yang Sensasional – Kota Malang dengan ketinggian 440 – 667 meter DPL menyebabkan banyak sumber air terjun atau yang lebih dikenal dengan sebutan coban. Malang yang lengkap dengan wisata gunung, lembah, pantai juga coban menambah daya tarik kota Malang sebagai kota wisata. Tiga bulan lalu baru dibuka Coban Tempursari di Jabung Kabupaten Malang. Coban yang sudah lama ada dan baru dikelola oleh IPPASA (Ikatan Pecinta Alam Begawan Abiyoso) dan Perhutani, memiliki coban yang cantik. Seperti apa sih?

Coban Jahe Malang

Coban Tempursari (dok: pribadi)

 

Perjalanan

Sabtu 23 Februari 2019 lalu saya dan Dinda putriku beserta Bu Erny dan Anin putrinya juga mba Atik, kami melakukan perjanan dengan berkendara tiga motor melaju menuju Coban Tempursari. Memulai perjalanan bersama sekitar jam 9 pagi  karena janjian dulu di titik temu di SPBU pertigaan bandara Abdul Rachman Saleh. Perjalanan sekitar sejam kurang menuju arah Coban Jahe yang berlokasi di ds, Jl. Begawan, Dusun Krajan, Taji, Jabung, Kab Malang, Jawa Timur 65155. Karena letak Coban Tempursari sebelum lokasi Coban Jahe dan banyak petunjuk arah yang menunjuk ke Coban Jahe.

Awalnya perjalanan berjalan mulus melewati perkampungan dan akhirnya kami memasuki jalan berbatu selebar 1 mobil dan sepanjang kurang lebih 200 meter. Kalau melihat jalan seperti itu menyebutnya jalan makadam. Huft… hanya saya yang menggunakan motor matic Vario, yang lainnya menggunakan motor manual. Uhuk,, gak diinfo kalo jalannya ada jalan berbatu, tau getu kan bawa motor manual. Jalanan berbatu dengan tanah licin karena semalam habis hujan, emang nekat banget perempuan-perempuan perkasa ini. Harus hati-hati banget, kalo nggak ya ban motor bisa melintir. Dan akhirnya saya menyerah ketika ada tanjakan berbatu, saya jalan kaki dan mba Atik yang ganti membawa motor saya sampai ke atas. Beneran ya, jalan berbatu menanjak ini cocok buat pengendara motor trail dan saya salut banget sama Bu Erny yang usia mendekati kepala lima, naik motor sendirian pelan-pelan menanjak jalan berbatu dengan motornya. Anda memang keren!!

Coban jahe malang

Loket Coban Tempursari (dok: pribadi)

 

Setelah motor saya setir kembali, tak lama kami sampai di loket. Harga tiket masuk hari biasa dan hari libur sama. Hanya dengan harga Rp10.000,- saja. Dan parkir kendaraan roda dua dan roda empat juga sama, hanya Rp5.000,- saja. Lucu ya, harganya sama semua. Ketawa dong. Ternyata kami harus berjalan lagi kurang lebih 10 meter untuk dapat mencapai pintu masuk Coban Tempursari. Parkiran berada di dalam yang jalannya menurun dengan kondisi sama jalan yang berbatu. Terus terang saya nggak berani, yang ada saya ikut merosot bersama motor. Soale jalan batunya masih licin euy. Kami memutuskan memarkir motor di luar saja. Toh tidak jauh juga kok untuk mencapai cobannya.

wisata coban tempursari di malang

Tenda indian di Coban Tempursari (dok: pribadi)

 

Baca juga:

Wisata Pamekasan Madura yang instagramable
7 Cafe Unik Di Batu, Bisa Jadi Pilihan Untuk Makan Sambil Berselfie Ria
Wisata Yogyakarta Staycation Di Greenhost Boutique Hotel 1N2D

Masuk ke area Coban Tempursari, suasana sangat teduh karena banyak pohon-pohon tinggi. Deretan tenda indian di sebelah kiri area wisata coban menambah ceria dengan tenda-tendanya yang dicat warna cerah.

Coban Tempursari

Saya dan anak SMA di warung kopi outdoor (dok: pribadi)

 

Ada warung kopi serta meja dan kursi di luar warung tanpa atap. Tapi disini nyamuknya subur hehe, dan nyamuk hitam putih pula. Kalau kesini jangan lupa membawa lotion anti nyamuk. Dan masing-masing dari kami sibuk berfoto selfy di semua spot. Cobannya dimana? Ada di bawah gak jauh kok, kami menyusuri jalan setapak yang dapat dilewati dua orang melewati taman-taman yang cantik menuju ke bawah.

cafe apung coban tempursari

Saya dan Bu Erny, blogger Malang (dok: pribadi)

 

Di bawah, Pak Helsom pengelola wisata Coban Tempursari menyambut kami. Dengan riang kami segera naik ke Cafe Apung melewati jembatan kayu kecil. Dan ketika kami menjejakkan kaki di Cafe Apung, langsung bergoyang cafe tersebut membuat kami sedikit terkejut. Cafe yang terbuat dari kayu dan diberi tong di bawahnya supaya dapat mengapung itu hanya memuat satu meja dan empat kursi kayu saja. Pak Helsom menyediakan kopi dan mulai melepaskan tambatan tali dari dermaga. Cafe mulai bergerak diarahkan mendekati Coban Tempursari.

coban jahe kecil

Cafe Apung Coban Tempursari (dok: mba Atik)

 

Rasanya gimana tuh, ngopi di Cafe Apung? Wah, sensasinya beda lho. Mendengar deburan air coban dan goyangan Cafe Apung sambil menikmati kopi membuat saya terlena. Terasa saya makhluk yang sangat kecil sekali di hadapanNya dan tak hentinya bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menikmati ciptaanNya. Teman-teman yang lain sibuk berfoto selfy, saya pun juga sambil mendengar cerita Pak Helsom dalam mengelola wisata Coban Tempursari.

Coban Jahe di Malang

Dengan Pak Helsom dan Bu Erny (dok: pribadi)

 

Diharapkan untuk ke depannya semoga Coban Tempursari bertambah ramai dikunjungi wisatawan. Kami sudah menikmati Coban Tempursari Malang Dengan Cafe Apungnya Yang Sensasional. Kalian gak pingin kesini nyobain? Yuuuk.

Lihat video

 

Coban Tempursari Kab Malang

Lokasi      : sebelum Coban Jahe. Ds, Jl. Begawan, Dusun Krajan, Taji, Jabung, Malang, Jawa Timur 65155
Tiket        : Rp10.000
Pemandu : Pak Helsom, WA 0822 6473 1819