Mendadak pulang kampung! Karena dapet WA dari mama saya kalau bude atau kakak mama yang ada di Cepu telah meninggal. Mama dan bude terpaut usia 4 tahun dan mamaku sekarang berusia 72 tahun. Bude mendadak sesak nafas kemudian dibawa ke IGD ke salah satu rumah sakit di Cepu.

Saya yang juga kaget membacanya ikutan bingung. Antara mau ke Cepu dan tidak. Anak saya tidak bisa ikut karena masih ada wawancara untuk magang setiap harinya dengan perusahaan-perusahaan yang dia apply.

Mendadak Pulang Kampung dan Mulai Berburu Tiket

Saya juga menerima pesan dari Ambar adik saya di Jakarta. Ambar ini yang rumahnya bersebelahan dengan rumah mama saya di Jakarta. Ambar sedang mengusahakan mencari tiket kereta api tetapi KAI Acces tidak dapat diakses. Lewat aplikasi yang lain juga tidak bisa.

Saya ditanya oleh adik saya apakah mau ke Cepu sekalian, supaya dipesankan tiket. Saya ya mau saja. Tetapi saya sendiri juga mencoba pesan dari Acces KAI juga tidak bisa. Hm, sepertinya aplikasi KAI ini sedang maintenance atau server down. Adik saya meminta tolong Office Boynya untuk pesan tiket juga tidak bisa karena harus dengan KTP asli. Oh ya, adik saya akhirnya minta cuti di kantornya.

Saya mencoba pesan travel dari Malang ke Cepu. Ada travel Rahayu yang dulu pernah mama saya pakai tahun 2016 kalau nggak salah. Hari ini Kamis 4 Januari, semua tiket untuk pagi dan sore sudah full semua. Adanya yang pagi besok hari Jumat. Duh, kereta api gak bisa dan travel juga full.

Kembali saya ke aplikasi kereta api, dan ternyata sudah bisa. Saya coba pesan yang langsung dari Malang ke Cepu, ada kereta api Jayabaya dan ternyata habis untuk hari ini dan besok. Duh..

Baca juga: Bus Double Decker Rosalia Jakarta Malang, Asyik Lho

Naik Bis Nyambung Nyambung

Adik saya Ambar sudah bisa pesan tiket untuk 4 orang ke Cepu. Yang berangkat adalah papa, mama, Mba Rien tante saya (adik bungsu Mama yang tinggal di Parung) dan Ambar sendiri. Mereka naik kereta api Kertajaya ekonomi yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen jam 1 siang dan tiba di Cepu jam 11 malam. Kalau naik yang kereta ai eksekutif berangkat malam dan malah tiba di Cepu keesokan harinya.

Sedangkan saya sambil berkemas mencoba berpikir. Mau tidak mau harus naik bis nih. Dari Malang ke Bungurasih Surabaya kemudian nyambung ke Cepu. Kalau tidak ada bis yang ke Cepu, bisa ke Bojonegoro dulu dan nyambung lagi ke Cepu. Eaaaa

Jujurly, belum pernah sih saya ke Cepu naik kendaraan umum. Dulu pernah dua kali ke Cepu dari Malang naik mobil dan lewat tol. Bawaan saya hari ini hanya tas selempang rajut Kaboki untuk dompet dan handphone. Satu lagi tas ransel biru Reebok yang muat untuk pakaian saya. Saya hanya membawa satu daster, satu celana panjang, tiga hijab, tiga atasan dan handuk juga kaus kaki. Selebihnya dompet-dompet isi skincare dan alat mandi.

Pagi tadi saya sempatkan untuk medtasi dan sarapan. Saya juga keluar sebentar ke Toko Sumber Agung membeli nugget dan sosis juga mie instan untuk anak saya. Saya tinggalkan uang juga Rp 250,000 untuk makannya selama saya belum pulang kembali ke Malang. Makanan kucing dan ayam sudah saya belikan tempo hari jadi masih ada stok. Mendadak pulang kampung gini saya hampir lupa tadi mau langsung berangkat aja. Dan harus nyiapin dulu buat makannya anak saya dan piaraan huhu.

Malang – Surabaya

Setelah tiba di rumah dan bersiap-siap, saya keluarkan motor jadul saya. Saya ke Terminal Arjosari dengan mengendarai motor kemudian saya titipkan di sana. Murah saja untuk tarif penitipan motor yaitu Rp 3,000 per hari. Perjalanan lancar menuju terminal, saya mengambil uang di ATM BRI dan setibanya di Arjosari saya mampir ke Indomart membeli air mineral dan cemilan. Padahal tuh ya, tadi dari rumah mau bawa tapi lupa semua deh karena buru-buru.

Setelah memarkir motor saya langsung menyeberang dan naik bis Tentrem. Saya dibilangin teman saya kalau naik bis ke Surabaya ekonomi yang masuk tol dan bayar Rp 20,000 saja, ya naik bis Tentrem itu. Pas banget saya nyebrang, bis Tentrem keluar dari terminal dan saya langsung naik. Kalau naik bis PATAS bisa Rp 40,000.

Tidak menunggu lama bis berangkat dan dimulailah petualangan saya hari ini. Perjalanan membutuhkan sekitar satu jam lebih. Saya yang ke Surabaya biasanya turun di lounge Grab, kali ini saya turun di terminalnya. Waduh kagok juga, karena sudah lama tidak masuk ke Terminal Bungurasih.

Surabaya – Bojonegoro

Saya mengikuti arus saja saat semua penumpang turun dan masuk ke terminal. Seperti biasa semua penumpang akan ditanya oleh bapak-bapak yang menjual tiket bis. Mereka menyerbu semua penumpang sambil bertanya mau kemana, mau kemana. Saya ditanya berkali-kali dan juga menggeleng kepala berkali-kali juga.

Travel Rahayu mengirim saya WA lagi, menawarkan lagi untuk besok Jumat masih ada seat. Saya menjawab WA-nya kalau saya sudah di Surabaya dan rencana naik bis ke Cepu. Saya katakan lagi, kalau untuk pulangnya saya mau pesan untuk Sabtu sore tetapi nunggu saya dapat tiket bis yang ke Cepu. Ya iya sih, kalau saya gak dapet bis ke Cepu, saya mau balik pulang aja ke Malang huhu. Dan untuk tiket pulang travel dari Cepu ke Malang untuk Sabtu sore katanya masih ada seat.

Setelah menjawab WA ke Travel Rahayu, saya mampir ke warung-warung untuk makan siang, Saya pesan soto daging dan teh tawar hangat. Soto dagingnya duh, dagingnya tuh keras banget. Kayak daging untuk rawon dan sudah diangkat lama. Warung tersebut juga menjual rawon sih.

Kelar makan saya bertanya ke pemilik warung untuk jalur bis ke luar kota lewat mana. Setelah paham petunjuknya saya mulai jalan. Mendadak pulang kampung jadi tuh gini ya jadinya. Saya melihat seorang petugas dan bertanya jalur menuju Cepu dan dijawab naik ke atas dulu kemudian belok kanan dan ke jalur nomor 15.

Saya ikuti petunjuk dari petugas dan di atas saya celingukan mencari jalur 15. Dan ada bis yang stand by menuju Bojonegoro. Sambil turun tangga saya bertanya dengan pria-pria yang sedang pijet-pijetan. Bis yang ke Cepu yang mana. Katanya naik yang bis ini saja yang ke Bojonegoro dan nanti nyambung lagi ke Cepu. Saya sih sudah menduga, kalau bis ke Cepu tidak ada, ya harus nyambung-nyambung nih.

mendadak pulang kampung
dok. pribadi

Akhirnya saya naik juga itu bis dan duduk di belakang supir. Lama juga bis belum jalan, ada sejam kali ya saya nungguin bis untuk berangkat. Akhirnya berangkat juga, dan saya nggak tau itu bis apa ya haha. Supir dan kenek pake seragam warna merah marun. Bisnya lumayan ada ACnya dan saya dikenakan biaya tiket Rp 40,000 untuk rute Bungurasih ke Bojonegoro.

Bis mulai jalan dan masuk tol beberapa saat dan mulai keluar di Gresik yang disambut hujan deras. Setelah Gresik kemudian Lamongan. Perjalanan sekitar tiga jam. Supir bis merokok dan mengendarai bis dengan ugal-ugalan. Soalnya jalannya di jalur kanan terus. Saya yang melihatnya ya ikut menghentakkan kaki seolah-olah saya sedang mengerem. Ih nyebelin banget yah. Wkwkwk. Penumpang jadi was-was deh.

Bojonegoro – Cepu

Supir bertanya ke saya, Cepu ya? Yang saya jawab iya. Kemudian bis masuk ke SPBU di sebelah kanan. Kenek meminta saya turun katanya ada bis yang mau ke Cepu, jadi saya tuh dioper ke bis berikutnya. Saya diseberangkan oleh kenek kemudian kenek menghentikan bis Jaya Utama yang jalur ke Cepu.

Supirnya sih nolongin saya, dari pada saya celingukan di Terminal Bojonegoro, jadi langsung dioper ke bis yang di belakang yaitu yang ke Cepu. Baik sih jadi pada nolongin saya dari pada bingung di terminal.

Bis Jaya Utama yang saya naiki tidak dingin. Saya dikenakan biaya Rp 17,000 saja. Saya ungkapkan kalau saya akan turun di Telkom lampu merah di Cepu. Perjalanan melewati terminal Bojonegoro hanya lewat sebentar dan ada penjaja kue wingko yang saya beli untuk oleh-oleh. Per bungkusnya Rp 15,000 dapat 15 kue kecil-kecil dan saya beli dua saja. Eh penjualnya bilang 3 bungkus semua Rp 40,000. Ya sudah saya beli juga tiga bungkus.

Kurang lebih sejam perjalanan saya ke Cepu. Saya WA om saya untuk jemput saya di Telkom sekitar jam 5 kurang. Petualangan saya dengan angkutan umum hari ini berakhir. Mendadak pulang kampung membawa saya berpetualang sedikit di angkutan umum. Seru juga sih dan bangga juga sih dengan diri ini. Eh saya tuh berani juga ya solo traveling 😊