Masyaallah tabarakallah, anakku lulus Universitas Brawijaya di tahun 2025. Hasil yudisium akhir bulan Maret kalau anakku lulus dengan pujian alias Cum Laude. Dan mendapat antrian jadwal wisuda tanggal 25 Juni 2025. Berselang tak sampai sebulan dari tanggal wisuda, anakku keterima kerja di salah satu jaringan perusahaan internasional. Hnaya sebulan nganggur sejak wisuda, kok bisa?
Tips Langsung Kerja Setelah Lulus Universitas Brawijaya atau pun kampus lainnya
Aku mau cerita sedikit ya, tentang anakku yang kubanggakan, ciyeh. Anakku satu-satunya yang insyaAllah selalu kubersamai, hingga dia seminar kompre aku pun menunggunya di luar ruangan. Mungkin aku akan berbagi sedikit tips untuk orang tua yang memiliki anak kuliahan, agar bisa mendapat pekerjaan setelah lulus Universitas Brawijaya atau pun universitas lainnya.
Oh iya kenalan dulu ya, aku Happy Dyah, seorang single mom dengan satu anak. Kami berdomisili di Kota Malang hanya berdua dengan lima ekor kucing. Etapi saat ini anakku sudah bekerja di luar kota. Alhamdulillah.
Baca juga: Habis Lulus Siap Kerja! Universitas Brawijaya Masuk Jajaran 600 Besar Dunia
Orang Tua diundang Meeting Online oleh Fakultas
Anakku keterima di Universitas Brawijaya pada tahun 2021, saat jaman Covid. Awal keterima, ospek masih online. Dan aku inget banget, orang tua diundang untuk hadir di meeting online yang diadakan fakultas. Saat itu dekan mengatakan untuk mencapai Cum Laude harus mengikuti syarat-syarat tertentu. Seperti tidak boleh ada nilai C, Indeks Prestasi di atas 3,5 dll.
Aku mencatat beberapa syarat untuk memenuhi lulus Cum Laude. Usai mengikuti zoom, aku tulis syarat-syarat tersebut di selembar kertas A4 dan menempelnya di dinding ruang makan. Ruang makan kami saat itu rumah kontrakan di sebuah cluster. Rumah dengan konsep open space yang mau tak mau tulisan tersebut bisa dilihat kapan saja oleh anakku saat melewati ruangan tersebut. Aku berharap saat itu, anakku selalu memperhatikan kertas yang berisi tulisan syarat untuk lulus Cum Laude dan bisa lulus beneran dengan embel-embel Cum Laude!
Baca juga:
Cerita Mahasiswa Baru, Terima Kasih Sudah Suka Sama Aku
KKN 2023
Oh ya, aku juga meminta anakku di semester satu dan dua kalau bisa dikejar untuk mendapatkan nilai A di semua mata kuliah. Aku beranggapan semester satu dan dua mata kuliahnya masih gancel alias mudah (emak sok tau!) Lumayan buat dongkrak nilai untuk nilai di semester berikutnya. Dan di semester dua anakku dengan IP 4.0 dong, wuihh.
Mungkin kalian Happy People banyak mengira aku ini adalah ibu yang ambis (ambisius) untuk anaknya. Nggak apa-apa kok. Nggak hanya kalian saja yang berpendapat seperti itu. Teman-teman geng anakku sejak SMP, hampir semua mengatakan seperti itu juga kepadaku. Anakku yang komen, “Buk, teman-teman SMP-ku itu lho, bilangin kalau ibu itu ambis” Aku hanya haha hehe aja. Soalnya waktu jaman COVID melanda dan itu jelang masuk perguruan tinggi, anakku itu aku minta untuk ikut les untuk persiapan UTBK. Dan lesnya itu lumayan ada beberapa. Selain les bimbingan belajar offline, juga ada yang bimbel online dan memanggil 2 orang guru privat. Orang-orang dan teman-teman anakku kemudian menjudge aku sebgai ortu yang ambis, nggak apa-apa juga. Thoh anakku alhamdulillah masuk perguruan tinggi negeri juga. Semua harus berikhtiar untuk mendapatkan hasil.
Anakku ya anakku, aku yang mendesign masa depannya, insyaAllah. Kalau bisa jangan kayak aku huhu.
Aktif di Organisasi
Selama berkuliah di Universitas Brawijaya, anakku selain berkuliah, aku sarankan untuk mengikuti kegiatan di kampus. Yang kularang ikut BEM, hehe maaaaf. Anakku memutuskan untuk bergabung dengan IAAS LC UB. IAAS ini ada di beberapa kampus.
Apa itu IAAS?
IAAS adalah International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS). Yang merupakan organisasi internasional untuk mahasiswa yang memiliki fokus pada pertanian, lingkungan, dan ilmu-ilmu terkait. IAAS telah dibentuk sejak tahun 1957 yang terdiri atas 8 negara sebagai anggotanya. Selama lebih dari 60 tahun sejak didirikan, IAAS telah berkembang menjadi organisasi besar dengan 53 negara dan lebih dari 10,000 anggota aktif. IAAS Indonesia sendiri dibentuk oleh Bapak Arif Satria pada 29 Desember 1992. Saat ini, IAAS Indonesia telah memiliki 11 Local Committees dengan lebih dari 1,200 anggota aktif. IAAS LC UB merupakan salah satu dari 11 Local Committees yang ada di Indonesia.
Beberapa tahun bergabung di kegiatan IAAS ini, anakku sempat menjabat menjadi Co-Dept of PRP (Coordinator Department of Public Relation and Partnership). IAAS ini bagus banget ya kalau aku bilang. Mereka secara berkala teratur mengadakan zoom, untuk bounding antar sesama anggota, mengatur organisasi dll. Aku sering ikut mendengarkan anakku saat zoom, jadi sedikit banyak tahu tentang teman-temannya di IAAS, kadang aku tertawa sendiri mendengar perbincangan mereka yang kadang random. Dasar emak kuping bertembok!
Anakku juga dua kali mewakili Universitas Brawijaya bersama tim untuk ikut lomba IAAS internasional dan menang dua-duanya. Lumayan kan hadiahnya dapat dollar. Per anak bisa masing-masing memperoleh $600 yang ditransfer ke Paypalku. Presentasi itu diadakan online, karena memang peserta dari seluruh IAAS internasional. Anakku presentasi dengan bahasa Inggris cas cis cus, aku yang melihatnya hanya bisa ndoweh🤣
Tidak hanya di IAAS saja, anakku juga join menjadi relawan. Aku memang mengatakan kepada anakku, semua kegiatan tersebut harus ditulis nanti di CV (Curriculum Vitae).
Untuk Happy People yang putra putrinya aktif olah raga atau punya skill lain mungkin bisa join UKM yang ada di kampus masing-masing. Karena biasanya sering ada lomba antar kampus dan tidak hanya itu saja, kan bisa belajar berorganisasi juga.
Ikut Magang
Saat anakku kuliah di Universitas Brawijaya, sedang ada program Magang Kampus Merdeka yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Beruntungnya anakku join di batch 6, sayangnya sekarang sudah tidak ada lagi program magang kampus merdeka ini.
Anakku saat itu tahun 2024 melamar 22 perusahaan dan diterima di dua perusahaan. Yang berada di Kalimantan sebuah perusahaan gambut dan satu lagi perusahaan retail milik Jepang dengan beberapa cabang. Anakku ambil yang perusahaan retail dan ditempatkan di Alam Sutera, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
Baca juga:
Magang Kampus Merdeka, Asyik Dapat Uang Saku
MSIB Magang Kampus Merdeka, Mengesankan!
Magang yang diadakan selama satu semester benar-benar mengenalkan anakku pada dunia kerja yang sesungguhnya. Memang rejeki anakku, semua transportasi dicover dari perusahaan. Dari Malang ke Jakarta naik pesawat terbang dan kembali pulang juga demikian. Yang pasti juga ada uang sakunya dan pengalamannya itu lho.
Dari magang Alhamdulillah dapet uang saku yang anakku beli laptop untuk persiapan skripsi. Selain itu beli kebutuhan wanita seperti tas branded, wes lah aku tutup mata.
Apakah semua mahasiswa di fakultas anakku mengikuti magang kampus merdeka? Nggak ya, karena memang harus melamar ke perusahaan dengan bekal CV yang berisikan Indeks Prestasi yang sudah dikumpulkan selama berkuliah dan dilihat juga keaktifan selama berkuliah.
Ikut Proyek Dosen
Beberapa kali anakku diajak dosennya untuk terlibat langsung dalam beberapa proyek. Ini anakku diajak lho. Bukan anakku yang menjilat atau sok dekat dengan dosen untuk minta diajak proyekan yaa. Pernah ke Bandung Jawa Barat juga Blitar Jawa Timur. Beberapa proyek di Malang juga kerap dilakukan anakku.
Dari hasil proyekan anakku bisa membeli kebutuhannya sendiri, salah satunya sandal CROCS harga sejutaan. Aku tutup mata lagi! Salahku sendiri juga ya, dari kecil sudah mengenalkan kepadanya brand-brand bagus. Huh.
Baca juga: Wisuda Universitas Brawijaya, Ini Persiapan yang Kami Lakukan
Beberapa proyek bersama dosen yang diikuti anakku, menjadi poin-pin yang ia cantumkan di CV-nya.
Inisiatif Ikut Kegiatan di Luar Kampus
Jelang akhir tahun 2024, anakku mendapat informasi dari instagram kalau ada program Female Future Leader yang diadakan oleh XL, sebuah provider komunikasi. Saat itu baru pertama kali buka untuk batch 1. Dari 70,000 mahasiswi dari lebih 20 perguruan tinggi seluruh Indonesia, anakku terpilih dalam 100 perempuan muda. Masyaallah Tabarakallah

Setiap wiken anakku mengikuti zoom dan membuat program selama beberapa bulan. Aku yang dengerin mumet, mereka di zoom tersebut berbicara dalam bahasa Inggris. Dalam hatiku, ih hebat kalilah anakku ini. Hiks hiks.. Emak antara terheran dan terharu!
Program Female Future Leader XL ini ada wisudanya juga ya, tentunya by online dan peserta semua diberi reward senilai lima jutaan (kalau aku perkirakan). Dan reward dikirimkan ke alamat masing-masing. Suprised banget lihat hadiahnya!
Baca juga: Female Future Leader Perdana Diikuti 70.000 Mahasiswi, SHEelevate Jadi Grup Terbaik
Untuk program di luar kampus ini sebetulnya ada beberapa yang bisa diikuti, seperti AIESEC dll.
Berdoa dan LoA
Jangan lupa berdoa ya Happy People. Allah SWT sesuai prasangka hambanya. Dengan Law of Attraction juga bisa ditempuh sebagai jalan untuk manifestasi semua keinginan Happy People.
Demikian cerita aku yang punya anak lulusan Universitas Brawijaya, semoga dengan aku berbagi tips untuk dapet kerja setelah lulus kuliah bisa jadi pedoman Happy People yang saat ini putra putrinya sedang berkuliah. Intinya keaktifan selama berkuliah menjadi salah satu penilaian saat diterima di perusahaan/mendapat pekerjaan baru. Semangat yah!



Keren banget mamah dan anaknya. Selamat ya. Semoga semakin sukses dan tercapai apa yang dicita2kan aamiin.