Wisuda Universita Brawijaya yang kami nantikan, setelah anakku yudisium saat bulan puasa lalu, tepatnya 21 Maret 2025. Iya bener kan ya, abis yudisium apa lagi kalau nggak wisuda. Tetapi wisuda Universitas Brawijaya itu seperti menunggu gebetan yang mau lanjut PDKT apa nggak. Alias menunggu dengan ketidakpastian untuk jadwal wisudanya.
Karena aku sebagai MUA (make up artist) yang sering make up wisudawati dan keluarganya dari kampus UB, mereka sering menunggu lama untuk jadwal wisuda. Ada lho yang menunggu hingga 6 bulan. Yang mereka komen dari yang berharap jadi tidak berhapa lagi saking lamanya. Aku sendiri tidak mengetahui penyebab lamanya jadwal wisuda mereka.
Tetapi aku dan anakku setelah yudisium mulai membuat persiapan untuk wisuda. Oiya lah, wisuda anakku yang sangat istimewa karena saat yudisium anakku lulus dengan predikat pujian alias cumlaude. Alhamdulillah semua karena izin Allah SWT.
Persiapan untuk Wisuda Universitas Brawijaya
Apa saja yang kami lakukan, di saat kami tidak mengetahui jadwal wisuda yang sesungguhnya? Pokoknya semua harus dipersiapkan. Karena kami sama-sama zodiak virgo yang sok perfeksionis, ahay. Okelah ini dia ceritanya persiapan wisuda Universitas Brawijaya ala kami:
Kebaya
Wisuda Universita Brawijaya mewajibkan wisudawatinya menggunakan kebaya. Kami sudah merencanakan akan mengenakan kebaya encim karena mikirnya kami dari Jakarta, kenapa nggak berkebaya encim saja.
Ketika mudik ke Jakarta alias ngota di saat lebaran 2025 lalu, kami menyempatkan ke Thamrin City Tanah Abang untuk hunting kebaya encim. Tidak afdol rasanya kalau nggak nyoba langsung dari pada beli online. Mana berat badan aku sejak perceraian yang kedua malah makin bertambah, hiks. Eh tapi ini ya masih aja aku dibilang cungkring, ya maklum kita kan olahraga terus eaaa.
Baca juga: Pengalaman Sidang Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Malang
Kembali ke cerita ThamCit; kami ke sana beberapa hari setelah lebaran dan ternyata masih banyak toko yang tutup. Setelah hampir satu jam kami berputar-putar dan naik turun lantai, Alhamdulillah kami menemukan juga toko kecil yang menjual kebaya encim beserta sarung tumpal dan selendangnya. Dan yang penting harganya juga lumayan terjangkau untuk kami. Untuk dua setel kebaya encim kami hanya membayar Rp 500,000 saja. Happy deh pokoknya.
Kebaya kami dengan warna yang sama yaitu hijau muda pupus tetapi rendanya beda warna termasuk kain tumpal dan selendang juga berbeda warna. Kebayang pasti sangat cantik saat kami kenakan. Dan untungnya kami bisa mencoba langsung kebaya di tokonya. Untuk bodyku yang kalau pake ukuran L tetapi masih kegedan kalau pake ukuran M malah sempit. Dan ini harus dikecilkan, untungnya ada muridku Mbak Mila yang pintar jahit sehingga kami berdua minta tolong kebaya untuk dipaskan.

MUA (Make Up Artist)
Persiapan wisuda UB berikutnya adalah soal rias wajah. Walau pun aku tukang rias, anakku gak mau dirias sama aku, hmm. Anakku maunya aku duduk manis jangan capek-capek. Untuk budgetnya aku menyediakan Rp 700,000. Tetapi kami belum menentukan siapa MUAnya karena tanggal wisuda Universitas Brawijaya belum ditentukan.
Tetapi setelah pemberitahuan akan wisuda tiga minggu sebelumnya yaitu tanggal 15 Juni 2025, MUA yang anakku mau, malah sudah dibooking orang lain. Akhirnya anakku mencari-cari lagi dan dapat MUA dari Karang Ploso dengan jadwal jam 2 pagi kami harus mulai dimakeup. Karena jam 4 MUA tersebut make up di tempat lain. Puyeng gak tuh jam 2 sudah mulai make up, hiks. Dan MUA ini kami membayar RP 650,000 untuk jasa make up dan hijab do dua orang.
Tapi saat anakku lagi menunggu acara wisuda dimulai, dia WA kalau make up di hidungnya longsor. Sama juga terjadi padaku, di bagian dagu aku merasakan make up rontok seperti habis scrub. Yah..
Baca juga: Cerita Mahasiswa Baru, Terima Kasih Sudah Suka Sama Aku
Nail Art
Anakku tuh wisuda Universitas Brawijaya udah kayak orang mau kawinan aja deh. Dia minta kukunya dipasang dengan nail art. Dia sudah browsing di instagram untuk nail art Malang. Dan karena belum ada jadwal wisuda, tentu saja belum bisa booking nail art-nya. Maunya tuh nail art macem-macem. Akhirnya aku sarankan yang biasa aja deh, wong ini wisuda doang.
Saat jadwal wisuda sudah ditentukan, nail artistnya malah sudah full. Anakku dapat jadwal sehari sebelumnya di daerah Arjosari dan itu pun jam 9-an malam. Harga pasang nail art dengan model gel sekitar Rp 150,000 dan ongkos nyopot nail art setelah acara wisuda selesai, nambah lagi Rp 100,000.
Sedangkan temannya anakku cuman beli kuku palsu di marketplace yang kemudian dilem dengan harga murmer. Anakku tuh nggak mau, katanya ukurannya kegedean semua. Hadoooh..
Baca juga: Magang Kampus Merdeka, Asyik Dapat Uang Saku!
Fotografer
Yang gak kalah pentingnya saat persiapan wisuda Universitas Brawijaya adalah fotografer. Nah ini, kami menggunakan jasa fotografer yang kami kenal. Aku taunya dia oke banget kalau soal editing. Sebetulnya kalau biaya foto saja untuk waktu tak terbatas itu Rp 500,000 dengan setor file. Tetapi aku minta dicetak album juga. Sehingga kami mengeluarkan biaya untuk foto dan cetak album sebesar Ro 1,500,000.
Hasil fotonya bagaimana? Ya bagus sih, cuman fotografernya kayak nggak punya ide untuk pose atau gaya saat kami difoto. Dan saat minta approval untuk naik cetak album, ada beberapa perubahan yang dilakukan oleh anakku. Alias nggak approved dengan model lay out yang diajukan oleh sang fotografer itu. Mulai dari warna background di halaman album, font dan foto-foto yang akan ditampilkan banyak yang diubah. Kayaknya ada perbedaan selera antara anakku Gen Z dengan sang fotografer, hm…
Baca juga: MSIB Magang Kampus Merdeka, Mengesankan!
Sepatu
Saat lebaran Idul Adha di awal bulan Juni 2025, kami kembali mudik alias ngota ke Jakarta. Sekalian sajalah beli sepatu untuk aku dan anakku. Maklum ya kalau kami berdua lebih sering bersepatu keds ria. Aku ada sepatu heels lima senti rasanya nggak sanggup karena heelnya agak runcing juga. Kemudian ada selop untuk kebaya tetapi warnanya gold padahal acaranya siang hari. Selop yang warna hitam dengan heels tinggi nggak sanggup aku mau pakenya di acara wisuda. Mending beli baru sajalah.
Kami ke Kelapa Gading Mall yang dekat dengan rumah orang tuaku di Rawamangun. Anakku memilih heels tutup dengan modifikasi bahan brokat warna broken white yang haknya cukup tinggi. Aku sampe geleng-geleng kepala liatnya.
Sedangkan aku memilih sepatu tutup dengan hak datar tinggi 3 cm warna hitam dengn modifikasi list warna gold sehingga terlihat sedikit mewah. Untuk dua pasang sepatu aku mengeluarkan biaya lebih dari Rp 700,000.
Selempang Cumlaude dan Toga
Harusnya ini yang kutulis pertama kali yah, hihi. Jadi setelah mendapat jadwal wisuda Universitas Brawijaya tiga minggu sebelumnya, anakku langsung membeli toga. Dia nyobain dulu toga di Koperasi UB untuk menentukan ukuran dan malah beli online di marketplacenya Koperasi UB karena lebih murah. Harga toga wisuda Universitas Brawijaya nggak sampe Rp 150,000.
Oh iyaa, karena anakku lulus cumlaude, dia beli juga selempang yang bertuliskan cumlaude untuk dipakai foto. Selempang yang dia pesan di marketplace Jakarta yang dikirim ke rumah orang tuaku untuk menghemat waktu. Harga selempang bertuliskan cumlaude lebih dari Rp 100,000.
Sewa Mobil Lepas Kunci Malang
Untuk transportasi ke acara wisuda Universitas Brawijaya, aku menyewa mobil langgananku yaitu Mas Doni. Mas Doni itu bisa sewa mobil lepas kunci dengan jaminan motor. Ketika dia drop mobilnya di rumahku dan kemudian dia membawa motor matic kami. Untuk dua hari kami menyewa mobilnya dengan biaya Rp 500,000. Alhamdulillahnya kami mendapat mobil Toyota Avanza keluaran terbaru 2024.
Kenapa aku sewa mobil segala? Kok ribet amat sih, kan bisa naik mobil online. Soalnya aku bawa papa mamaku juga ke acara wisuda. Jadi ketika kami akan kembali ke Malang setelah merayakan Idul Adha di Jakarta, papa mamaku minta ikut ke Malang. Katanya mau ikutan hadir di acara wisudanya Dinda cucunya. Ya mosok papa mamaku naik mobil online, hiks. Dan menurutku lebih nyaman dengan menyewa mobil. Dengan bawaan kami saat wisuda, jadi bebas aja menyimpan barang-barang di mobil.
Penutup
Demikian biaya dan persiapan wisuda Universitas Brawijaya tanggal 15 Juni 2025 yang kami lakukan. Tidak termasuk tiket transportasi saat mudik PP ya, hehe. Alhamdulillah Allah Maha Baik pada kami, aku masih bisa mempersiapkan untuk wisuda anakku tersayang.



Halo mbak Dyah, apa kabar? Waaah, aku ikutan bahagia membaca cerita persiapan wisuda si cantik kesayangan. Oh, ternyata mbak MUA juga ya, mantap. Anaknya udah kerja ya sekarang? Alhamdulillaah. Keren banget lulus cumlaude, barakallah. Semoga kapan2 kita bisa meet up di Malang ya. Anakku Fakhri lolos SNBP Teknik Industri di Univ. Brawijaya 😍🤗🙏
Bismillah.. Selamat ya dan lancar² semua ya mbaa😘